Membandingkan Ukuran APK untuk Aplikasi di Flutter, React Native, Kotlin dan Java

Ada banyak cara untuk membuat aplikasi mobile mulai dari pengembangan spesifik platform langsung (menggunakan Java dan Kotlin untuk Android dan ObjC dan Swift untuk iOS), ada React Native dari Facebook, Electrode Native dari Walmart, Ionic framework, Unity untuk tipe-tipe aplikasi tertentu, dan framework flutter.io yang baru saja dirilis oleh Google

Pernah bertanya-tanya bagaimana library dan framework ini mempengaruhi ukuran aplikasi Anda? Mari kita menganalisis beberapa file apk untuk masing-masing aplikasi yang ditulis dalam beberapa cara ini. Aplikasinya sangat sederhana, hanya berisi judul dibagian atas dan teks di tengah layar. Kita akan menunjukan untuk aplikasi minimum apa yang perlu dikerjakan oleh framework ini bersama apk agar dapat dijalankan.

1_nS-7Ji11bTmO5HIkmoYA-g

  • Untuk percobaan kali ini kita akan membuat empat versi aplikasi yang berbeda, di masing-masing aplikasi diantaranya Java, Kotlin, React Native dan Flutter (Android API 27)
  • Apk tersebut kemudian di publikasikan untuk tipe rilis menggunakan Android studio untuk Java dan Kotlin dan menggunakan cli untuk React Native dan Native
  • Menggunakan konfigurasi default proguard
  • Apk dianalisis menggunakan fitur Analisis APK di Android Studio

Java (539 KB)

Mari kita mulai dari yang paling simple –Java. Seperti yang Anda harapkan, akan menjadi ukuran terkecil mengingat kita hanya menggunakan Java dan framework Android untuk membuat aplikasi ini, dengan satu-satunya dependency yakni Android Support Library, yang dapat Anda lihat disini membutuhkan cukup banyak ruang.

1_etBFAARt0K4yBa7d-nL0iQ

Kita dapat berpotensi menurunkan ukuran aplikasi dengan menghapus dependency ini saja dan menggunakan Activity dari pada AppCompatActivity

Kotlin (550 KB)

Selanjutnya Kotlin. Jika Anda sudah lama ngoding di Java, Kotlin menjadi angin segar. Apk rilis untuk aplikasi Kotlin membandingkan sesuatu yang kita lihat di apk Java, ditambah sebagian kecil dari info sugar sintaks berdasarkan Kotlin

1_9Qo6ULUNQJtiHOHme_sFMg

React Native (7 MB)

Jika Anda datang dari dunia web dan ingin menjadi mobile developer menggunakan javascript React Native bisa menjadi salah satu pilihan. React Native juha membantu jika Anda ingin mengintergrasi lebih cepat pada fitur tanpa merilis aplikasi untuk setiap perubahan kecil.

Rilis apk yang dihasilkan oleh React Native memiliki beberapa kelas dalam file classes.dex yang memiliki 12193 metode referensi untuk aplikasi tertentu ini.

1_VkAuQM-fi3Fe7yKBiwKC6w

React Native juga menambahkan beberapa dependensi asli di direktoru lib untuk X86 dan armeabi-v7a. Menambah hingga sekitar 6,4 MB dependensi secara total.

1_IiScBxnU_MhURFzFYnDsug

Flutter.io (7.5 MB)

Aplikasi rilis yang dihasilkan oleh Flutter cli berisi mesin C/C++ dan Dart VM yang membuat hampir semua apk. Aplikasi ini berjalan langsung menggunakan set intruksi native dan tidak ada interpreter yang terlibat.

1_JqPvjrCDx4ShWNR10aP1UA

Setiap metode penulisan aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pilih metode yang paling sesuai untuk digunakan baik untuk kasus kebutuhan Anda sendiri ataupun unutk perusahaan Anda. Anda juga bisa mengkombinasi dan mencocokan beberapa framework untuk membuat bagian yang berbeda dari aplikasi Anda.

Contohnya, jika Anda ingin bereksperimen membuat suatu komponen di React Native, jika Anda ingin membagi kode antara aplikasi iOS dan Android, lihat React Native atau Flutter,io dan jika Anda hanya ingin berfokus pada Android dan menjaga agar ukuran aplikasi lebih minimum sangat penting Anda bisa menggunakan Java atau Kotlin

Shortcut Keyboard di Visual Studio untuk Mac

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang shortcut keyboard Mac di visual studio. Dalam Visual Studio untuk preferensi Mac, dibagian bawah Key Binding, Anda dapat memilih skema binding key. Anda dapat memilih skema dari list berikut :

1

Mencari Referensi

Suatu waktu Anda akan butuh pencarian referensi dari spesifikasi sebuah objek. Dalam kasus ini cukup tekan

Cmd + Shift + R atau Shift + F12

Dan hal yang akan terjadi adalah :

2

Menuju pendeklarasian

Kapanpun Anda menginginkan pendeklarasian objek/type tekan

Cmd + klik mouse atau F12 atau Cmd + D

4

Beralih breakpoint

Ketika memiliki kursor dalam satu baris cukup tekan

Cmd + \ atau F9

Jadi breakpoint akan muncul

5

Enable/Disable breakpoint

Dalam kasus Anda ingin enable/disable breakpoint cukup tekan

Cmd + Alt + / atau Cmd + F9

6

Step into

Ketika breakpoint mengenai dan Anda ingin definisi step into, cukup tekan

Shift + Cmd + I

Step over

Mungkin Anda ingin lanjut ke baris kode selanjutnya? Tak masalah

Shift + Cmd + O / F10

Step out

Apakah Anda ingin ke keluar dari step function? No Problem

Shift + Cmd + U

Continue debugging

Atau mungkin Anda hanya ingin melanjutkan program tanpa debug lebih lanjut?

Cmd + enter

Jadi, bayangkan saja kode Anda salah format. Selama kode C# bukan masalah besar, file XAML yang salah format bisa sangat menyakitkan

Format dokumen

Jadi kapanpun Anda ingin memformat kode Anda cukup tekan

Ctrl + I

7

Indent/Unindent section

Anda ingin indent/unindent section? Mudah kok

Cmd + ]

8

Unindent section

Cmd + [

9

Rename

Setiap kali Anda ingin mengganti nama field/variable/property/apapun dan melakukannya hanya sekali sehingga akan memperbarui otomatis. Cukup tekan :

Ctrl + R

10

Toggle line comment

Ketika Anda ingin memformat satu baris kode atau seluruh blok kode maka cukup select kode nya dan tekan

Cmd + /

11

12

Toggle fold

Yang satu ini cukup rumit tapi berfungsi dengan baik. Adna masih dapat mengedit shortcut ini

Cmd + Shift + Alt + -> (left arrow/panah kiri)

13

Mengubah file

Saat menavigasi dengan cepat diantara yang dibuka, cukup tekan

Ctrl + tab

Dan menavigasi daftar dengan tombol Tab. Jika Anda ingin membataklan pemilihan tekan ESC

14

Menutup semua file

Berapa kali Anda memiliki situasi ketika banyak file yang terbuka? Dalam hal ini, ketika Anda ingin untuk menutup semuanya cukup tekan

Cmd + Shift + W

15

Menutup file

Disisi lain ketika Anda ingin menutup hanya satu file

Cmd + W

16

Menambahkan file projek

Ketika kita manambah projek melalui menu konteks, dan memilih “Add file” cukup memakan waktu. Jika Anda ingin menambahkan file ke projek, pilih folder yang Anda inginkan untuk menambahkan filenya.

Alt + Cmd + A

17

Membuat projek

Unutk membuat projek cukup dengan shorcut

Cmd + K / Shift + F6

Build All

Mirip dengan yang diatas namun disini adalah solusi build seluruhnya

Cmd + B / F6

Clean

Clean projek

Cmd + Shift + K

Start debugging

Hanya untuk memulai projek dengan cepat

Cmd + Enter / F5

Quick Fix

Ketika mengalami kesalahan atau peringatan cukup klik saja dan tekan

Alt + Enter

18

Pencarian

Hanya opsi pencarian standar dalam dokumen

Cmd + F

20

Pencarian selanjutnya

Ketika mempunyai bar pencarian terbuka

Cmd + G / F3

Menampilkan intellisense

Ketika ingin menunjukan instellisense

Ctrl + Space

21

Go to line

siapa yang tahu baris mana yang akan kita tuju? 🙂

Cmd + L

22

Mengganti file

Cara lain untuk mengubah nama dalam file tetapi menurut saya lebih berbahaya daripada Ctrl + R

Cmd + Alt + F

Rectangle selection

Tool yang cukup bagus, tetapi memiliki keterbatasan. Senang menggunakannya dengan pengubahan

tahan Alt + seleksi dengan mouse

23

pindah baris kode

terkadang Anda hanya ingin memindahkan baris kode 2 baris keatas/bawah. Anda mungkin bisa memotong seluruh baris, pergi ke tempat yang dipilih dan paste. Anda dapat melakukannya dengan lebih cepat.

Tahan Alt + arahkan panah atas/bawah

24

Pergi ke awal/akhir baris

ini merupakan shortcut mac yang bagus untuk menavigasi melalui teks. Bekerja di Mac, tidak hanya di VS untuk Mac

Cmd + panah kiri (left arrow) / panah kanan(right arrow)

Pergi ke awal/akhir dokumen

Mirip dengan yang diatas tetapi menavigasi secara vertikal

Cmd + panah bawah (arrow down)

Dua kolom editor

suatu hal untuk orang-orang yang memiliki layar lebar dan suka memiliki kode yang sebanyak mungkin tampil di layarnya

Cmd + Alt + 2

Satu kolom editor

Dan ini untuk mengembalikan ke halaman standar

Cmd + Alt + 1

25

Zoom in/zoom out

Dalam hal ini Anda memiliki prelection / Anda inign menunjukan kode Anda pada layar Anda yang mungkin ingin menyesuaikan ukuran font dengan menekan

Cmd + “+” atau “-”

5 Mitos Baterai Ponsel

Banyak pengguna smartphone yang hingga kini bertanya-tanya bagaimana cara agar baterai yang terbenam di ponsel kesayangannya awet alias memiliki umur panjang. Wajar saja, mengingat baterai layaknya ‘jantung’ di sebuah smartphone.
Baterai sendiri adalah ‘masalah’ abadi bagi pemilik smartphone. Banyak dari kita yang memiliki handset, bisa dipakai hingga bertahun-tahun. Namun sayangnya, baterai smartphone kebanyakan cuma bisa bertahan dalam hitungan bulan.
Lithium-ion adalah jenis baterai yang diadopsi sejumlah vendor smartphone untuk memperkuat perangkatnya hingga lebih dari dua dekade, dan belum berubah sejak Sony mulai memproduksinya pada 1991.
Meskipun banyak ilmuwan yang berusaha untuk mencari cara yang jauh lebih efektif ketimbang lithium-ion, tapi saat ini belum ada jenis baterai yang sepenuhnya menggantikan dominasi lithium-ion.
Bicara soal teknologi penopang daya tersebut, berikut ini adalah 6 mitos yang perlu diketahui tentang baterai smartphone Anda.
1. Apakah baterai ponsel perlu dicas saat baru dibeli?
Sejumlah penjual banyak yang menyarankan agar pengguna mengisi baterai pada smartphone yang baru saja dibeli hingga penuh dan dicas hingga berjam-jam sebelum digunakan.
Jawabannya adalah tidak. Jenis baterai sebelumnya seperti nikel kadmium memiliki “efek memori” yang berarti baterai akan mempertahankan kapasitas tertentu berdasarkan bagaimana mereka telah diisi dan dikosongkan.
Dengan baterai jenis lithium-ion yang lebih modern, kebanyakan kalangan setuju bahwa tidak ada efek tersebut dan baterai ini pun lebih handal.
Anda juga tidak perlu mengkalibrasi smartphone dengan menguji ketahanan baterai. Apple dan vendor smartphone lainnya tidak lagi merekomendasikan hal ini.
2. Apakah daya baterai menurun dari waktu ke waktu?
Ya, Anda tidak bisa mempertahankan daya baterai yang digunakan dari waktu ke waktu. Baterai lithium-ion dirancang untuk menahan sejumlah “siklus” – menguras penuh baterai. Semakin sering dicas, daya baterai akan semakin terkuras.
Apple pernah menuturkan, “Anda mungkin menggunakan 75 persen dari baterai selama satu hari, kemudian mengisi ulang sepenuhnya semalam. Jika Anda menggunakan 25 persen pada hari berikutnya, baterai akan kosong 100 persen, dan selama dua hari akan menambahkan satu siklus pengisian.”
Baterai smartphone rata-rata memiliki antara 300 dan 500 siklus sebelum mencapai 70 persen dari kapasitas aslinya.
3. Benarkah ngecas terlalu lama bisa merusak baterai?
Tidak juga. Banyak yang beranggapan bahwa ‘ngecas’ baterai smartphone terlalu lama dapat membuat kondisi baterai memburuk. Sistem baterai modern, bisa mengurangi tegangan listrik, sehingga akan menyesuaikan kebutuhan daya yang dibutuhkan.
Kecuali smartphone dalam kondisi overheat. Panas menyebabkan kinerja baterai lithium-ion berkurang. Suhu panas yang lebih dari 30 derajat Celcius dapat merusak baterai.
Cobalah untuk menjaga smartphone Anda relatif dingin saat pengisian, dengan menempatkannya di ruang yang sejuk atau jauh dari paparan cahaya matahari.
4. Apakah harus menunggu sampai baterai kosong dulu baru dicas?
Tidak juga. Anda bisa mengisi baterai smartphone sesuai dengan kebutuhan. Mengutip laman Telegraph, Selasa (19/1/2016), untuk diketahui bahwa siklus pengisian baterai yang lama sebenarnya lebih buruk daripada yang sebentar.
Kesimpulannya adalah menggunakan smartphone dengan baterai minimum 50 persen, kemudian melakukan pengisian lagi dan memakainya hingga di bawah 50 persen, lebih baik daripada benar-benar kosong.
5. Apakah mematikan Wi-Fi bisa meningkatkan daya baterai?
Wi-Fi dan Bluetooth memiliki karakter berbeda dalam ‘menguras’ daya baterai. Mematikan dua konektivitas tersebut memang bisa membuat baterai lebih hemat, tetapi tak terlalu berpengaruh.
Saat sinyal jaringan telekomunikasi tidak stabil dan smartphone bekerja mencari sinyal, bagaimanapun sangat menguras daya baterai. Anda dapat mengaktifkan mode airplain jika Anda tidak memerlukan sinyal ponsel.
Jika di sekitar Anda ada hotspot Wi-Fi, hubungkanlah. Menggunakan jaringan 4G atau 3G menguras baterai jauh lebih cepat daripada Wi-Fi.